Monday, May 25, 2015

Apa itu Harber ?

Setelah sekian lama aku berusaha mencari rumusan tentang Principles yang ingin aku pegang dalam hidup, yang berisi values sekaligus brand yang bisa aku bangun dan kembangkan, akhirnya sampailah pada satu kata sederhana : Harber

Apa itu harber ?

Secara singkatnya, awalnya harber itu sendiri adalah hanya sebuah akronim, singkatan dari kata : "Harus Bermanfaat", tapi kemudian dalam perjalananya menjadi rumusan yang lebih luas dari sekedar kata manfaat.

Harber adalah Values , Prinsip, Motto Hidup yang saya buat dan menjadi pegangan saya dalam menjalani hidup, dan juga dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Harber adalah singkatan sederhana yang mengandung values didalamnya, singkatan yang kemudian saya jadikan brand dalam membangun bisnis saya, Harber Group.

Buat saya, kata Harber ini cukup menarik, dan Insya Allah mudah di kenal, di ingat dan mudah di terima ketika nantinya berkembang ke arah scope internasional atau global.
Harber terdiri dari 7 Poin Values, diantaranya bahwasanya hidup adalah :

- Harus Berkarya (Produktif)
- Harus Bermanfaat
- Harus Berkah
- Harus Bernilai Tambah
- Harus Berkarakter
- Harus Berkembang, dan
- Harus Ber-Legacy

Yup yup..!, Kurang lebihnya seperti itulah apa yang dimaksud Harber. Saya hanya memasukkan 7 values yang menurut saya pas dan mampu merangkum segala hal atau mungkin lebih tepatnya banyak hal yang ingin saya lakukan selama saya masih hidup, Insya Allah. Semoga kedepanya, prinsip dan nilai-nilai harber ini bisa saya amalkan, dan tetap istiqomah saya pegang. aamiin.


Karakter orang Indonesia

Indonesia
Kali ini saya pengen nulis tentang karakter orang Indonesia, bicara mengenai karakter orang Indonesia, secara langsung maupun tidak langsung berarti di dalamnya termasuk saya dong yaa.., heheheheh..

Sebelumnya, sebagai catatan aja, Just so you Know laaah.. Bahwasanya ;
- Tulisan ini adalah hasil dari kontemplasi, pengamatan saya sendiri secara common sense saja, bukan merupakan hasil penelitian atau riset lapangan.
- Tulisan ini hanya mengangkat sudut pandang sisi NEGATIF-nya saja dari karakter orang Indonesia
- Tulisan ini tidak berlaku secara umum, kenapa ?? karena pada dasarnya, pertama, saya sendiri meyakini bahwa setiap individu itu unik, yang kedua bahwasanya Indonesia sendiri sangatlah plural, dari segi apapun, suku, agama, kebudayaan, sejarah, dan lain sebagainya, maka sangatlah tidak fair untuk men-generalisir suatu karakter yang berlaku untuk semua orang. Betul ??

Oke, inilah beberapa poin dari karakter negatif orang Indonesia yang bisa saya tangkap,

1.    Malas : malas membaca, malas menulis, malas berkarya, malas berusaha
2.       Mampu membangun , tapi tak mampu memelihara
3.       Suka mengeluh
4.       Suka instan, maunya serba instan, tak mau repot, tak mau susah
5.       Kurang menghargai proses
6.       Berpikir jangka pendek
7.       Tak bisa tertib, tak bisa antri
8.       Lebih suka kongko-kongko, nongkrong, produktifitas rendah
9.       Miskin prestasi
10.   Lebih menyukai save zone, zona aman, zona nyaman
11.   Tidak kritis, atau kurang kritis mudah di adu domba meskipun bukan domba, mudah terprovokasi.
12.   Suka bergosip 

Yup itulah karakter negatif orang Indonesia, menurut hasil analisa saaayaaa.., dalam tulisan yang lain Insya Allah akan saya sampaikan karakter positif dan juga karakter orang Indonesia hasil dari penelitian resmi menurut tokoh yang memang concern dan sudah kompeten di bidangnya atau bisa kita bilang doi ahlinya, beliau orang Indonesia, bapak siapa itu namanya, saya lupa,.., semoga bermanfaat yaak.., aamiin.. :) 

Wednesday, April 15, 2015

Agar Mampu Jadi Pengusaha

Sebenarnya ini bukanlah hasil pemikiran yang baru, ini adalah kesimpulan yang sudah lama aku temukan dan sampai sekarang belum aku revisi, bahwasanya saya berkeyakinan, tidak semua orang mampu menjadi pengusaha. Looh,..Tapi kan..setiap orang kalau mau berusaha, apapun itu, bagaimanapun kerasnya, bagaimanapun susahnya, termasuk menjadi pengusaha, Pasti Bisa !??  Saya jawab..Ya, setiap orang bisa, tapi penekananya adalah bukan pada kata "bisa atau tidak bisa " tapi lebih kepada kata "mampu atau tidak mampu".

KENAPA ?

Itu saya sampai menulisnya dengan kata BIG WHY ..., jadi pertanyaanya adalah kenapa ? why abdur , why ??? oke, jadi begini, at first.., bahasa kite-nya, pada awalnya, saya percaya bahwa setiap orang itu bisa dan mampu menjadi pengusaha, asal ada kemauan, tekad yang kuat, keberanian dan mau action, bertindak, ber”usaha”, maka dia pasti bisa dan mampu jadi pengusaha. Tapi kemudian..., waktu pun berlalu, time goes fly.., hari berganti hari, minggu, bulan, tahun dan  sampailah pada beberapa tahun kemudian. Saya melihat, dari sekian ratus, atau puluh yang dulu tampak berkobar memiliki api semangat ingin menjadi wirausaha, tinggal hanya beberapa gelintir saja yang masih bisa “survive”, tetap mampu berdiri kokoh, meskipun ibarat pohon yang dulunya rindang, sekarang tinggal hanya beberapa helai saja yang tersisa.

Ujian, Cobaan, tamparan, pukulan yang menjatuhkan, badai yang menghempaskan, adalah tantangan wajib , fardhu ain untuk setiap orang yang memilih untuk menjadi seorang pengusaha kawan. Terlalu lebay kah !?? mungkin, bisa jadi, tapi bisa jadi sebaliknya,... kurang lebay. Yang saya katakan adalah nyata, yang saya simpulkan adalah nyata, bukan hanya saya sepertinya yang pada akhirnya dapat mengambil kesimpulan itu. Tidak setiap orang juga mampu dan bisa mengambil kesimpulan itu.
Tapi bukankah dalam hidup semua ada cobaanya ? setiap orang yang mau jadi pengusaha, pastinya dan harusnya sadar donk kalau didepan pasti akan ada ujianya ? ya.., itu benar, tapi itu buat saya adalah statement yang bersifat normatif, kenyataanya, hampir setiap orang yang berniat dan mau atau ingin jadi pengusaha, kebanyakan berbekal : siap untung, siap “sukses”, tapi jarang yang siap rugi. Siap untung, tapi nggak siap rugi. Tidak jauh berbeda dengan para politikus gadungan yang demi untuk mendapatkan posisi, jabatan, rela melakukan apa saja.. dia hanya berbekal siap menang, tapi tidak siap kalah. Konsekuensinya adalah, ketika dia kalah maka menjadi stress, dst..dst.

Begitupun menjadi seorang pengusaha. Ujianya itu 360 derajat kawan, dari mana saja, dan kapan saja. Bisa dari diri sendiri, mental yang belum kuat, sikap, mindset yang belum benar atau tepat, bisa dari orang lain, dari keluarga, orang tua, keadaan, kebutuhan, tanggung jawab, dan lain sebagainya. 

Apakah saat ini saya sudah sukses.., jawaban saya, Ah.., masih jauh.., Jauuuhhhh.., mungkin karena saya men-setting arti kata “sukses” nya terlalu tinggi, tapi tak apa, itu urusan saya, itu masalah saya, meskipun sebenarnya saya nggak menganggapnya sebagai masalah.
Jadi apa point dari tulisan ini ?

Pertama, sepengalaman saya, sejauh sampai saat ini saya bisa menilai, ternyata  oh ternyata, sebenarnya banyak orang yang berminat, berniat ingin jadi pengusaha, tapi tidak di belum di bekali dengan pola pikir (mindset) yang tepat sebagai seorang pengusaha, sehingga, akhirnya ketika ujian datang menghantam.., langsung jatuh, limbung dan keok, Give up. Dan itulah salah satu sebab mereka masuk dalam kategori “tidak mampu” menjadi pengusaha.

Kedua, sikap mental seorang pengusaha itu berbeda dengan sikap mental seorang karyawan. Jika seorang “terjun” memilih jalan jadi seorang pengusaha berbekal dengan sikap mental seorang karyawan,.. maka gak bakal matuk, alias gak bakal cocok alias dekat dengan kegagalan.

Ketiga , ujian, tantangan dan kegagalan adalah satu keniscayaan dalam berwirausaha. Ketidakpastian (uncertainty) itu pasti, diminimalisir bisa tapi dihilangkan tak akan. Cara meminimalisir adalah dengan melakukan mitigasi resiko, membuat skenario dan simulasi berbagai kemungkinanya dan menyiapkan solusi terbaiknya, tapi perlu diingat, sikap terhadap resiko itu yang perlu di tekankan. Sikap terhadap resiko adalah salah satu cerminan karakter seseorang yang memilih jalan berwirausaha. Seorang risk taker tentu akan lebih berani mengambil tindakan-tindakan yang dianggap berisiko besar dibandingkan dengan seorang risk averse. Tapi perlu diingat, disini dia bukan hanya berani mengambil tindakanya tetapi berarti juga dia berani menerima konsekuensinya.


Keempat, dalam proses, ingat. PROSES menghadapi berbagai ujian menjadi seorang pengusaha, ada hukum yang dinamakan Survival of the fittest. Siapa yang mampu beradaptasi yang akan survive.. bukan siapa yang KUAT, bukan...tapi yang mampu beradaptasi. Dalam proses beradaptasi butuh determinasi yang besar, keyakinan akan mimpi, give it all, nothing to loose, kemampuan  untuk memilih bangun lagi setelah jatuh, bangun lagi setelah jatuh dan begitu seterusnya. Itulah yang akan menyeleksi siapa yang akan menjadi “sisa”, lulus sebagai seorang pengusaha, itulah alasan kenapa saya katakan .. tidak setiap orang MAMPU menjadi seorang pengusaha. 

Monday, February 16, 2015

Cerita Tentang Bisnis, Komitmen, Biaya dan Omset

Cerita Bisnis kali ini adalah tentang 3 hal : yaitu tentang Komitmen, Biaya dan Omset

KOMITMEN

Seberapa sering Anda berpikir tentang TUJUAN Anda BERBISNIS/WIRAUSAHA? Target-target apa yang sudah Anda RAIH? Kapan Target-Target tersebut dengan mudah Anda capai, dan usaha Anda TUMBUH dengan pesat? Pernah Anda amati polanya?

Waaahh.. jangan-jangan belum pernah (TUMBUH) nih.. hehe..

“Buka usaha udah 7 tahun, tapi masih gini-gini aja, Mas..”

Pernyataan-pernyataan senada sering saya temui. Dan 99% POLA yang sama juga yang saya dapat. Tidak mau/mudah BERKOMITMEN!

99% orang-orang tersebut tidak mau “Membayar HARGAnya”.

Bagaimana dengan yang 1%? Hehehe.. bisnisnya tutup, kapok jadi pengusaha, dan balik jadi karyawan lagi. Monggo.. Silahkan.. Pilihan di diri masing-masing. Yang penting, semua dilakukan secara sadar dan JUJUR pada diri sendiri, bukan karena TAKUT BANGKRUT.

“Jadi gak boleh takut yaa, Mas?” Boooleeehhh.. tapi Cukup satu aja.. sama Yang Mahakuasa.. Hehehe..

Naaahh.. berbicara tentang Komitmen, pertanyaannya sangat sederhana: Berapa jam aktivitas, berpikir, berinvestasi (baca: BELAJAR), dan ACTION untuk Usaha/Bisnis Anda dalam sehari? Seminggu? Sebulan? Setahun? Seberapa sering Anda memikirkan, belajar, dan beraktivitas untuk MENINGKATKAN Kepuasan Pelanggan Anda? Bagaimana dengan PESAING-PESAING Anda?
Itulah KOMITMEN! Energi yang Anda curahkan pada suatu hal, itulah nilai komitmen Anda.

“LOOSERS can get a MILLION excuses. A WINNER only need one (to take ACTION)!”

BIAYA

Banyak orang berpikir untuk efisiensi dan efisiensi, sehingga dia lupa akan KEPUASAN PELANGGAN.

Untuk renovasi “pengeluaran masih berat niih..”,
Untuk menggaji karyawan yang kompeten “nantilah.. klo usahanya udh berkembang, belum butuh koq..”,
Untuk promosi “gak perlulah saat ini, sendiri aja bisa..”,
Untuk ikut training/pelatihan “Ntar aja, cari yang GRATIS!”,
Untuk nambah alat/mesin produksi “Ada yg seken, murah, dan bagus gak?”.

Banyak sekali ALASAN yang bisa dicari untuk MENUNDA. Akhirnya.. Bisnis gak berkembang alias "jalan di tempat", bahkan sering “tiarap”.

Broo,..Murah atau mahal sebetulnya hanya masalah perspektif dari sebuah HARGA. Orang-orang yang berani, berpikir positif, percaya diri, dan KREATIF, akan melihat dari perspektif “HARUS balik modal dengan CEPAT!” Sehingga semuanya terlihat MURAH. Sebaliknya...... Gak perlu diceritain, karena Anda pasti sudah paham. Hehe..

“You pay peanut, you get monkey”.

Jadi.., Tipe yang manakah Anda saat ini? Apa yang harus Anda lakukan?

OMSET

Naaahh.. ini Topik yang MENGGAIRAHKAN para pengusaha! Hahaha.. OMSET!

Dari dua hal di atas, Tindakan yang Anda PILIH ada konsekuensinya. Anda oleh memilih yang manapun yang menurut Anda adalah yang terbaik.

Semuanya akan berefek pada OMSET Anda. Dan yang penting Anda tau (baca: SADAR), sehingga Anda tidak menyalahkan saat:
*  Pegawai Anda lebih “sayang” terhadap gadget-nya ketimbang Customer
*  Kualitas produk menurun
*  Produktivitas menurun juga
*  Karyawan-karyawan yang BAGUS pindah ke pesaing
*  Bisnis Anda “hidup segan, mati takut”
*  Customer COMPLAIN bertubi-tubi
*  Pelanggan pindah ke lain “toko”

Itulah rumus C > E (Cause lebih besar dari Effect). Atau Penyebab lebih besar dari Akibat. Setiap orang bertanggung jawab atas dirinya (dan bisnisnya). Anda adalah penyebab (C) dari HASIL (akibat/E) yang Anda dapatkan.

“Jika Anda tidak menjaga/memelihara Pelanggan Anda, maka PESAING yang akan melakukannya”
Terus BELAJAR, BERKARYA, FOKUS, dan BERKOMITMEN. Semoga bermanfaat..

(Tulisan dari Dania Setiabudi)
Certified Business Coach

Tuesday, February 10, 2015

Niat dan Memilih Jalan jadi Pengusaha



Ketika seorang membuat satu langkah berani untuk membuka suatu usaha atau bisnis, tentu mempunyai alasan dan juga tujuan. Alasan bisa bermacam macam, tujuan pun demikin. Ada yang beralasan sudah capek kerja, dunia kerja ternyata nggak fit in, dunia kerja ternyata bukan dunianya, dunia kerja ternyata suck, banyak persaingan tak fair, sikut sana-sikut sini, harus pintar-pintar mencari muka ke atasan, harus pintar-pintar menjilat, ada yang beralasan dunia kerja tidak memberikan dia kebebasan, ada yang beralasan tidak punya pilihan lagi karena masalah pendidikan, karena masalah tidak menemukan pekerjaan yang dirasa cocok di hati, atau sesuai dengan passionya, bukan tidak ada, tapi kebetulan belum beruntung bertemu denganya. Ada yang beralasan idealis, karena memang sudah cita-cita, ingin merubah hidup, ingin merubah masa depan, ingin memberikan contoh, inspirasi, ingin merubah paradigma, ingin memberikan pembuktian atau membuktikan sesuatu kepada seseorang. Ada yang berangkat karena “keterpaksaan”, keadaan yang memaksa ada juga yang dengan kesadara, antusias, penuh semangat dan suka rela. 

Tujuan pun bermacam-macam, tapi kata atau kalimat yang cukup mewakili kebanyakan adalah ingin mencari peruntungan di jalan usaha dan sukses. Yup.. sukses adalah kalimat sakti yang hampir setiap orang menginginkanya. Hampir setiap orang ingin sukses. Setiap orang mengartikan sukses berbeda-beda meskipun tak setiap orang sadar atau sudah tau apa arti suksesnya. Tak sulit untuk mengetahuinya apakah dia sudah tahu, sudah mendefinisikan dengan baik, dengan jelas arti suksesnya atau belum, cukup tanyakan kalimat sederhana : apa arti sukses buat kamu ?? maka jawabanya bisa sangat beragam, tapi bagi seorang yang belum mendefinisikan tujuan dan arti suksesnya, pasti dia akan kebingungan untuk menjawab, jawabanya klisenya seringkali akan berkaitan dengan ketika sudah kaya, memeliki apa yang dinamakan “banyak” harta, ketika suatu profesi tertentu telah dicapai. Kenapa saya menggunakan tanda petik untuk kata banyak, karena kenyataanya kata sedikit-banyak itu sifatnya relatif, kontinum.., berbeda antara satu orang dengan yang lain, seperti halnya kata untuk mendefinisikan cantik atau jelek, seberapa cantik, seberapa jelek, bukan mewakili makna yang pasti dan bersifat umum. Jadi ketika seseorang mengatakan banyak, harus lebih spesifik “sebanyak apa?”, tentukan nilainya, nilai itulah yang mewakili makna berapa definisi banyak seseorang. 

Kembali ke pembahasan awal mengenai alasan dan tujuan seseorang memilih jalan wirausaha atau menjadi pengusaha. Ketika seseorang telah memilih satu jalan menjadi wirausaha atau berbisnis, itu adalah satu keputusan, satu langkah. Tapi what next ? setelah memutuskan saya mau menjadi pengusaha,... apa langkah selanjutnya. Perlu dicatat bahwa memilih jalan menjadi pengusaha bukanlah jalan yang mudah, hampir berlaku untuk setiap orang, oleh karenanya ada yang namanya belajar, ada yang namanya learning by doing, ada yang namanya magang, internship, kerja praktek, mentorship, dst.. perlu ditekankan, tak mudah bukan berarti tak bisa, itu lain kata dan lain makna. Dalam membuat satu langkah keputusan “saya ingin menjadi pengusaha” seyogyanya itu sudah di embeli dengan alasan-alasan dan tujuan yang jelas, terserah apa, itu hak masing-masing orang, itulah letak kebebasanya, you decide your own reason and your own goals. Tidak harus sama, tapi pun tak dilarang jika sama. Alasan dan tujuan ini perlu karena jalan menjadi seorang pengusaha dan bisa sampai sukses (sekali lagi menurut definisi masing2) bukanlah jalan yang pendek, bukan jalan short cut, bahkan kalau boleh dikatakan adalah jalan panjang da berliku (agak lebay dikit)  yang seseorang harus memiliki energi lebih banyak, lebih besar agar bisa sampai ke tempat tujuan. Sah-sah saja memiliki alasan dan tujuan yang biasa, gak terlalu muluk, tapi... sekali lagi butuh energi besar.. maka konsekunseinya dan ini menjadi pakemnya adalah.. milikilah alasan yang kuat sebagai daya dorong dan tujuan yang besar dan kuat sebagai daya tarik agar kita bisa sampai ke tempat yang ingin kita tuju.  Sederhana kan !?? ini belum membahas tentang karakter dan mental yang perlu dipersiapkan, di bangun, skill yang perlu dimiliki, diakuisisi, dipelajari dan dikuasai agar bisa mendukung selama perjalanan kita membangun bisnis dan menjadikan kita sukses dijalan wirausaha.

Ingat dalam berwirausaha,.. its not about them yang akan bisa membuat kamu kuat dan bertahan, seringkali its about “me”. 

Diatas saya mengungkapkan kalimat dalam niat : “ saya ingin menjadi pengusaha”, buat saya, kalimat ini adalah kalimat yang masih umum dan sifatnya sangat general, hampir setiap orang bisa mengungkapkanya, tapi ketika dibandingkan dengan intensitas, energi yang mampu menggerakkan kita sampai pada tahap melakukan action, melakukan hal-hal apa yang perlu, necessary untuk dilakukan agar bisa menjadi pengusaha, kalimat ini masih kurang kuat, kalimat yang lebih kuat adalah : “saya akan menjadi pengusaha”.. dan yang lebih kuat lagi adalah : “saya HARUS menjadi pengusaha”.  Sangat tempak beda kan penekananya ? itu dulu sharing Thought saya kali ini... tentang niat menjadi pengusaha.

Sunday, February 8, 2015

Tak ada logika

Ini bukan tentang judul lagu dari agnes monica yang ingin aku tulis, tapi tentang satu cerita dunia pewayangan yang setiap hari aku saksikan dalam dunia nyata. Drama kehidupan.. bukan drama korea yang meskipun lebay tapi seringkali ada beberapa yang memang worth it untuk di simak mata.

Drama kehidupan, ah.. kenapa mesti ada drama salam kehidupan, sepertinya memang nyata benar apa yang DIA katakan dalam firmanNya, bahwasanya kehidupan ini hanyalah senda gurau belaka.
Aku membaca, kemudian aku berpikir mencoba memahami apa yang aku baca, memahami makna, pesan yang terkandung dan ingin disampaikan dari apa yang aku baca. Aku membaca drama kehidupan, dan ada banyak hal lucu, konyol sekaligus menggelikan yang dapat aku tangkap dari apa yang aku baca.
Lalu APA hubunganya dengan judul tak ada logika ? Sejauh ini aku belum bisa menemukan korelasi isi tulisan ini dengarkan judul yang kamu tulis dibarisan pertama, di atas sana..
HaHahhahha... ada, ada korelasinya teman, korelasinya adalah bahwa tulisan ini aku buat hanya dengan spirit pop ap keluarnya kata2 dari kepala, tak ada yang mendasari kenapa aku menulis ini, hanya tulisan tanpa makna.. tulisan yang aku buat tanpa logika. :D

Tuesday, February 3, 2015

Sajak untuk Mama.. Aku Pulang

Aku Pulang..
Biasanya aku akan datang dengan membawa segudang senyuman
Biasanya aku datang dengan membawa segudang kerinduan
Ku ketuk pintu itu,..
Dan senyuman itu pun menghias di wajahmu..
Senyuman yang khas
Senyuman yang tulus..,
Senyuman yang selalu menyambut kedatanganku..
Seolah berkata.., oh anakku sayang,..kamu pulang..
Lalu, belaian dan pelukan lembut itu, turut juga menyambutku..
Pelukan yang hangat.., seketika seolah meleburkan semua kerinduanku
Melepaskan semua lelahku..

Lalu ku cium kedua pipimu, dan keningmu
Sebagai ungkapan rasa sayangku padamu..
Kau pun tidak lupa, menanyakan keadaanku,..

Sekarang aku pulang..
Seperti biasanya..
Namun tidak ada lagi senyum yang menyambutku seperti biasanya
Tidak ada lagi belaian dan pelukan lembut yang menyambutku..
Saat ku ketuk pintu itu..
Tidak lagi aku melihat senyuman itu,..sapaan itu..,
Yang kulihat kini adalah sesosok tubuh yang sudah dibalut kain putih..
Yang membujur lurus di diranjang ruang depan rumahku
Seketika hati ini terasa sesak
Engkau yang begitu sangat aku sayang, yang biasa menyambutku
Yang biasa ku cium pipi dan keningmu, yang biasa memelukku
Kini telah terbujur kaku dihadapanku..
Ku coba tahan air mata ini menetes..
Ku kuatkan hati saat ku buka kain putih yang kini membalut wajahmu..
Dan kini aku melihat dengan jelas wajah itu..
Wajah yang biasa tersenyum saat menyambutku..
Wajah yang biasa ku cium lembut..

Ku pandang sejenak wajah itu..
Ku lihat kapas putih telah menutupi mata dan hidungmu..
Ku cium pipimu dengan lembut..
Ku cium kening itu..,
Kulitmu yang biasa terasa hangat,.. kini kurasakan begitu dingin
Tidak ada lagi senyum yang menghias di wajah itu..
Dan aroma itu,.. begitu khas meresap di hidungku..

Kembali ku pandang wajah itu..
Dan seketika hatiku tidak bisa menahan
Menahan jeritan.,
Ya.., aku menangis,..
Meskipun terus aku coba kuatkan..
Bahwa ini pasti akan terjadi, ..
Bahwa engkau, aku dan semuanya adalah milik-Nya..
Dia punya hak untuk mengambil milik-Nya
Sedangkan Dia telah menetapkan waktunya..
Tetapi tetap saja..
Rasa kehilangan itu begitu amat terasa..
Tidak bisa menahan, bahwa air mata ini harus menetes..
Bahkan mengalir deras dipipiku..

Kehilanganmu rasanya sakit menyedihkan..
Tapi itu adalah sesuatu yang pasti
Adanya aku adalah karenamu..
Jadinya aku seperti saat ini adalah karenamu..
Kasih sayangmu tidak pernah ada henti..,
Penyesalanku adalah belum bisa membalas kasih sayangmu
Belum bisa mempersembahkan banyak hadiah kebahagiaan untukmu
Dan yang hanya bisa aku lakukan adalah
Mengikhlaskanmu dan mendoakanmu
Mamaku sayang…

Aku mendoakanmu..
Aku memohon kepada Rabb-ku
Aku memohon ampunan atas dosa-dosamu
Aku memohon agar engkau dijauhkan dari adzab kubur
Aku memohon agar engkau dijauhkan dari adzab neraka
Aku memohon agar Dia menyempurnakan seluruh amal baikmu
Aku memohon agar Dia menerima seluruh amal baikmu
Aku memohon agar engkau mendapatkan tempat yang lebih baik di alam barzah
Aku memohon agar engkau di tempatkan di taman syuga
Aku meohon agar engkau di tempat di syurga kelak
Menjadi seorang bidadari yang paling cantik..
Bidadari yang  bisa aku lihat lagi senyumnya..
Senyum yang menyambutku saat aku datang, saat aku pulang..
Dan mengetuk pintu Syurga-Mu..
Amin..

Untuk mamaku tersayang..,yang telah dipanggil-Nya.

Mama, Aku Pulang (2011)

Monday, February 2, 2015

Marah Alias ESMOSI.!

Siang panas, berkeringat, gerah , ditambah lagi dihadapkan pada permasalahan yang muncul dan usaha penyelesaianya tak berjalan seperti yang diharapkan. Eughhhhh,..., rasa-rasanya ESMOSI tingkat Wahid.!!!

Benarkah demikian !??, tentu saja benar, buat sayaaa.., nggak tau kalau buat anda. Tentu saja benar.., karena saya yang merasakan, Tentu saja benar karena ini masalah rasa, bukan pertanyaan retorika. Tapi.., dalam keadaan esmosi ituu.., apakah aku meluapkanya dengan marah-marah, mengumpat, memaki, atau dengan melakukan tindakan anarkis lainya ?? hmm....., pada dasarnya dan sejujurnya seeeh.., Ingin sekali aku rasanya menunaikan hajat amarah yang sudah meluap-luap itu, atau mungkin anda lebih suka kata meletup-letup itu,.. errrgghhhh..., tapi, dan sekali lagi tapi, Alhamdulillahnya, kontrol emosiku masih cukup baik, meskipun hampir retak, tapi ada cara lain yang lebih efektif dan lebih menyenangkan buat aku, yaitu dengn makan, jajan sepuasnya, sekarepe udele dewe, aku raurus.!, hufft...!!

Pada prinsipnya aku paham bahwa tidak segala hal yang kita inginkan bisa wujud dan akan berjalan sesuai harapan kita, dengan kata lain, pasti beberapa diantaranya tidak berjalan mulus, tidak berjalan seperti yang diharapkan, dengan kata lain juga, pasti diantaranya, dalam prosesnya banyak masalah-masalah yangmenghambat yang seringkali menjengkelkan dan menyebalkan dan tak jarang pada akhirnya seperti yang sudah dijelaskan dalam paragraf di awal, bikin  ESMOSI.!!

Pada prinsipnya juga, aku paham dan aku sadar bahwa masalah-masalah yang menjengkelkan itu, yang seringkali muncul, datang tak diundang, diusir tak mau pergi, jika saya dalam mengahadapinya kemudian meluapkanya dengan cara-cara yang anarkis, dengan marah-marah, dengan mencaci maki dan lain sebagainya, APAKAH itu pada akhirnya bisa menjadi solusi atau melahirkan solusi atau menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi ?? apa yang aku pahami dan aku sadari sepenuhnya mengatakan TIDAK.! , menjawab TIDAK!. Bahwa hal itu sama sekali tidak berkontribusi atau membuat masalah selesai.

Maka atas pemahaman itu dan atas kesadaran itu aku memilih jalan ini, diam.. dan menuliskan ESMOSI kedalam rangkain kata-kata yang selanjutnya aku upload dan selanjutnya akan menjadi berharap akan menjadi kisah klasik untuk di kenang dimasa depan (kayak salah satu judl lagunya Sheila on 7 J )

Oke..., begitulah tulisan Esmosi ini di buat... salam dari masa lalu untuk diriku di masa depan.


#catatan entah kapan di penghujung tahun 2014

Sunday, February 1, 2015

Bahasa Inggris Bisa Merubah Harga

Temanz,.. (bahasa Upin Ipin-nya : Kawan-kawan..) Percaya ngga kalo Bahasa Inggris bisa merubah dagangan menjadi lebih mahal ? Hmmm.. , oh yaaa !? Masa seh..? Buktinya apa ?

Heheheh..., buktinya apa yaa, mmm,.. gini, mungkin buat yang pernah dan suka makan atau punya pengalaman makan di dua dunia (mulai deh, bahasa anehnya keluar, dung dung.. ), maksudnya, simple nya makan di warung makan biasa kayak misalnya di warteg, kemudian makan di resto-resto yang yaaah, let say punya nama. Naaaah, kalo kita mau jeli, pasti deh akan agak sedikit ngeh bahwasanya nama menu2 di dua tempat itu seringkali menggunakan bahasa yang berbeda meskipun sebenarnya menu aslinya sama, misalnya tahu, ... yang satu biasanya make kata "tahu" dan satunya lagi "tofu", jangan digabungin yak, kalo di gabungin jadinya Tabu, heheheh...

Well, kalo mau pake bahasa marketingnya seh, secara gw kan anak marketing yak, mau pake bahasa apapun sah-sah saja selama bisa bikin menarik buat membeli dan barang bosan laku terjual, heeeee.. , kemudian kalo mau di bilang secara fair seeeh, yaaa.. faktor pricing itu bukan karena masalah nama aja ya, banyak faktor nya, tapi karena dalam tulisan ini concern nya adalah nama, yaaa.. cateris paribus lah yaa :) 

Oke, masih di pertanyaan awal, Mana buktinya ? (Udah gak sabar neh...!0
Ini buktinya :

Kopi Item : Rp 1.500,-
Black Coffee : Rp 25.000,-
Pijet : Rp 50.000,-
Massage : Rp 250.000,-
Minuman Dingin : Rp 2.500,-
Cold Drink : Rp 7.500,-
Ayam Penyet : Rp 10.000,-
Smashed Chicken : Rp 50.000,-
Gado-gado : Rp 15.000,-
Boiled Vegetables with Peanut Sauces : Rp 75.000,-
Rusun Pinggir Kali : Rp 75 jt
Riverside Apartment : Rp 750 jt (+ hari Senin harga naik).      
Bebek ndut : Rp 25 000,-
Big fat roast duck king: Rp 300.000,-
Terbukti kan.!? Hwuehehehhehe...
Sekian sharing kali ini, semoga bermanfaat dan menginspirasi.
Terakhir : Semangat siang dan BELILAH PRODUK-PRODUK INDONESIA BUKAN SEKEDAR MENCINTAI. :)